harian Sinar indonesia baru SIB koran batak top

Daftar Isi (toc)

koran yang salah satu kebanggaan dari batak di kawasan sumatera utara sumut ,medan,pematang siantar ,kabanjahe raya simalungun,dan kota-kota besar lainya . dan juga sudah menjadi sebagai media adalan dan dikategorikan koran daerah top . tapi setelah saya melihat update online di situs blog harian sib . masih ada yang saya sayangkan yaitu portal berita sib belum begitu update . padahal sekarang jamanya udah pada media teknologi .

selain sib ,sebagai perbandingan pada koran ini , tribun medan yang dimana situs mereka selalu update . saya harapa sebagai pelalnggan setia dari sib supaya mengupdate media onlinenya supaya gak kalah saing kepada koran-koran yang telah saya sebutkan di atas tadi .

saya sudah lama membaca update koran majalah harian sib , post ini adalah bentuk kepedialaan dan kebanggaan sekaligus terima kasih saya kepada surat kabar yang satu ini , dimana telah memberikan berita yang berita yang sangat berguna bagi perkembagan pembangunan di daerah yang diberitakan oleh sib . 

saya mendudkung penuh atas supaya koran sib ini untuk selalu berjuang denga masyarakat ,khusunya di daerah batak . dan juga indonesia . dan saya juuga selalu berharap suapaya SIB selalu fokus dan memberitakan apa adanya berita yang dipost kan dan memilih berita yang tepat dan dianggap berguna bagi khalayak ramai 

dimana juga saya sangat seutuju juga bahwa media itu adalah salah satu pendorong perkembangan pembangunan secara berkesinambungan dan dimana juga masyarakat ,pemerintah diharapakan pintar di dalam menganggapi berbagai hal yang terjadi .dan saya harap media yang saya ceriatakan ini tepat untuk melaksanakanya 

atas perhatian semua orang medan/batak saya ucapkan terima kasih atas perhatianya sudah membaca update saya ini , harap maklum saya masih penulis pemula , tapi saya harap isinya dan pesan yang penting di perhatikan .

penapat masyarakat tentang harian sib ?
Media (Harian SIB) dan Pengaruhnya Oleh Fotarisman Zaluchu

Tidak terasa kalau ternyata Harian SIB telah berusia 40 tahun. Untuk ukuran sebuah media lokal, itu jelas sebuah prestasi besar. Beberapa media yang hidup dan didirikan dalam beberapa waktu ini, hidup dan besar dengan susah payah. Bahkan beberapa di antaranya kemudian kolaps, tidak terdengar suaranya. Sebaliknya, Harian SIB memapankan diri di dalam berbagai perubahan yang ada.

Perubahan yang ada memang begitu kencang. Kini media koran cetak harus berhadapan dengan pemberitaan televisi yang semakin up to date dan bersifat investigasi dan dikemas dalam breaking news yang menarik. Lihat saja bagaimana rapat-rapat dengar pendapat di DPR disiarkan langsung kepada pemirsanya oleh televisi, lebih cepat dan lebih hidup daripada yang besok harinya dituliskan oleh media cetak.

Tantangan utama dari “pesaing” tersebut membuat banyak media cetak kemudian kehilangan pangsa pasar. Harian SIB sebagai salah satu media cetak pasti juga terpengaruh oplahnya. Belum lagi dengan ekspansi pasar yang dilakukan oleh media cetak lokal di Sumatera Utara. Jelas saja umur yang 40 tahun tersebut juga diperoleh dengan kompetisi yang sangat ketat.

Namun salah satu kemenangan koran-koran besar adalah pangsa pasar yang sudah pasti. Sebuah buku mengenai jurnalisme media diberikan judul oleh Dennis W Jhonson penulisnya: “No Place for Amateurs” (London, 2001). Isi buku itu menguak tabir bahwa media-media besar benar-benar memainkan peran signifikan terhadap isu-isu politik, sosial dan ekonomi karena telah memiliki kelompok pembaca yang sudah tetap.

Adanya kelompok pembaca fanatik itu menguntungkan koran-koran besar. Para pembaca umumnya memiliki kultur yang belum selektif dan kritis. Mereka umumnya hanya “membaca”, bukan mencari sesuatu yang mereka butuhkan. Pertanyaan berikutnya adalah, sejauhmana Harian SIB memainkan diri sebagai koran yang—meminjam istilah buku tadi—bukan amatir? Penulis sebagai peneliti tidak punya data meski suatu saat nanti punya kesempatan untuk itu.

Tetapi kalau melihat bagaimana iklan ucapan selamat disampaikan kepada Harian SIB, jelas kita punya sedikit gambaran. Mereka yang mengirimkan ucapan selamat Ulang Tahun itu mewakili kelompok birokrasi lokal, pengusaha, politisi, serta kelompok sosial. Gambaran tersebut memperlihatkan bahwa jikapun kelompok-kelompok tersebut tidak mencerna dan melalap semua apa yang dituliskan oleh Harian SIB, setidaknya mereka mengetahui dan menginginkan sebuah posisi tertentu yang ditawarkan oleh Harian SIB.

Tawaran
Apa yang ditawarkan oleh Harian SIB kepada kelompok-kelompok tadi? Atau setidaknya, bagaimana sebuah media memberikan pengaruh kepada kelompok-kelompok tadi?
Sebuah buku lain yang menarik ditulis oleh Kathleen Hall Jamieson dan Paul Waldman, berjudul The Press Effect (Oxford, 2003). Di dalamnya dijelaskan bagaimana sebuah media memberikan pengaruh tadi. Menurut mereka, sebuah media bukan hanya sebuah koran belaka, tetapi pertama-tama sebagai pembuat cerita. 

Di dalam konteks Harian SIB, mereka yang menjadi kelompok-kelompok pembaca dan pengguna Harian SIB menyadari bahwa kisah mereka adalah kisah yang bisa diceritakan oleh sebuah media. Karena itulah mereka kemudian amat bergantung pada media (Harian SIB). Pemberitaan mengenai perkembangan pembangunan di daerah menyebabkan banyak Kepala Daerah menjalin hubungan baik dengan media ini. Pemberitaan mengenai aktifitas politik menyebabkan harian ini pun dicari oleh mereka yang memapankan kedudukannya di jalur ini. Demikian seterusnya. Efek media sebagai penutur aktifitas membuat kelompok-kelompok tersebut tetap berafiliasi dengan Harian SIB.

Efek media yang lain adalah kekuatan psikologisnya. Sebuah berita mengenai penyimpangan anggaran atau kegagalan program pemerintah, jelas saja akan membuat pelakunya ketar-ketir kalau hal itu diberitakan oleh media. Secara nasional saja misalnya, sosok-sosok yang namanya masuk ke dalam berita media, segera saja bisa menjadi berita, dan akan menjadi sosok yang buruk kalau media mengupas tuntas kebobrokan yang ada. Jadi, media bisa membuat karir, pekerjaan, bahkan keluarga dari konteks berita tersebut menjadi terpuruk. Karena itulah maka media menjadi sebuah alat memberikan kekuatan shock-therapy tertentu kepada kalangan-kalangan yang dianggap tidak melakukan sesuatu yang benar dan baik. 

Harian SIB pernah memberitakan misalnya bagaimana anggaran kesehatan di sebuah instansi ternyata kebanyakan hanya diisi oleh biaya perjalanan. Sementara anggaran untuk dibelanjakan untuk kepentingan masyarakat, hampir tidak ada. Efek pemberitaan tersebut menyebabkan stakeholder-nya segera mengubah sikap dan kemudian di kemudian hari sudah lebih berhati-hati.

Media ini juga memberitakan berbagai potensi korupsi yang terjadi di berbagai daerah di Sumatera Utara. Tanpa disadari, mereka yang membaca hal tersebut mengalami sebuah “shock therapy”, sehingga memberikan efek psikologis tercegahnya kejahatan di masa depan. Inilah yang disebut sebagai “amateur psychologist”, karena media meski bukan pakar psikologis terkemuka, mampu menciptakan dampak psikologis yang luar biasa.


Peran media juga penting untuk meramal masa depan. Penulis buku tersebut menceritakan bagaimana media menghasilkan prediksi-prediksi mengenai momentum politik tertentu yang terjadi. Menjelang Pilkada Kota Medan, Harian SIB memberitakan beberapa prediksi terhadap kandidat tertentu. Harian ini mengungkapkannya dengan kalimat-kalimat “masyarakat antusias”, “masyarakat memadati”, “ribuan massa”, dan lain sebagainya. Kalimat-kalimat tersebut menempatkan Harian SIB mampu memprediksi kemenangan kandidat tertentu, tanpa harus menyelenggarakan pooling sebagaimana kini marak dilakukan oleh media.

tentang pendiri harian sib :
GM Panggabean, bernama lengkap Gerhard Mulia Panggaben, lahir di Sibolga, 8 Juni 1929 dan meninggal di Singapura, 20 Januari 2011. Tokoh pers dan pendiri (Pemimpin Umum dan Pemimpin Redaksi) Harian Sinar Indonesia Baru (SIB), koran nasional terbitan Medan, ini seorang tokoh dan pejuang masyarakat Batak berintegritas tinggi dan berjiwa kebangsaan. 

Dia seorang nasionalis sejati yang berakar kuat pada identitas dirinya sebagai warga masyarakat adat Batak. Sebagai seorang jurnalis, dia punya prinsip teguh, visioner dan pejuang. Bahkan, dia bukanlah jurnalis biasa, yang hanya pandai merangkai kata, tetapi dia adalah seorang tokoh pejuang yang mengakar pada masyarakat pembacanya. 

saran dari masyarakat untuk harian sib ;
supaya portal online di perbaiki dan selalu update untuk menujang pemberitaan yang cepat dan supaya harian sib dapat bersaing dengan koran harian lainya seperti tribun , medan magazine dan lainya 
Find Out
Related Post

Ikuti Hotgirlsinc.com pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan Berita Terupdate tentang Dunia Pendidikan dan Hiburan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.
Tags

Top Post Ad

Below Post Ad

close