Tips Mudah Bagi Para Backpackers Yang Ingin Ke Bunaken

Daftar Isi (toc)

Kota Manado dengan Taman Laut Bunaken-nya merupakan destinasi traveling yang terkenal sejak lama. Namun tidak banyak yang tahu bahwa banyak wisatawan, khususnya para backpacker yang merasa kesulitan dan tersesat ketika ingin menuju taman laut yang tersohor ini dengan biaya minim namun tetap mendapatkan kenyamanan.

Sensasi menyelam di Taman Laut Bunaken dengan dikelilingi ribuan ikan berwarna-warni adalah hal yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata

Nah, kali ini saya akan membeberkan tips-tips untuk mengunjungi Bunaken bagi teman-teman backpackers sekalian.

Sebenarnya, mengunjungi Bunaken itu amat mudah. Yang membuat susah adalah faktor ketidak-tahuan dan mungkin juga gengsi atau malu untuk bertanya (ingat lho, malu bertanya sesat di jalan).

Paling enak untuk traveling ke Bunaken adalah menggunakan pesawat terbang. Dari Bandara Internasional Sam Ratulangi, jarak dan jalan ke Pulau Bunaken sebenarnya tidak jauh. Dari bandara kita hanya perlu menuju pelabuhan atau dermaga di Manado untuk melanjutkan perjalanan dengan menumpang kapal ke Pulau Bunaken.

Apabila Anda adalah backpacker dengan jumlah rombongan kecil, yaitu 2 orang saja maka disarankan untuk menumpang kapal dari dermaga Kuala Jengki. Akses ke dermaga Kuala Jengki dari Bandara Sam Ratulangi pun sangat mudah, yaitu dengan menumpang angkutan umum ke Terminal Pal 2.

Terminal Pal 2 diambil dari lantai atas

Dari terminal ini dialnjutkan dengan meyambung angkutan umum yang menuju ke Pasar 45. Nah, dari Pasar 45 ini Anda hanya perlu berjalan kaki kurang lebih 15 menit untuk sampai ke dermaga Kuala Jengki. Jalan kaki 15 menit tersebut hitung-hitung olahraga untuk sekadar "memanaskan" badan supaya siap melaut, maksudnya persiapan agar tidak mabuk laut.

Pemandangan salah satu bagian Pasar 45. Tinggal jalan 15 menit saja ke arah dermaga untuk menumpang kapal yang menuju ke Pulau Bunaken

Perjalanan dengan menumpang kapal dari Dermaga Kuala Jengki ke Pulau Bunaken pun berlangsung singkat, yaitu hanya memakan waktu kira-kira 45 menit. Tarif kapal (atau biasa disebut taksi oleh warga setempat) pun tak mahal, hanya Rp 30.000 untuk satu kali jalan menuju ke Pulau Bunaken. Masalahnya, Anda harus sabar karena (sama seperti angkutan reguler di Jakarta atau angkot di Bandung) kapal ini baru akan jalan setelah terisi penuh. Jadi, cukup lumayan untuk melatih kesabaran.

Sebenarnya ada cara lain apabila tidak ingin repot yaitu dengan menggunakan jasa agen perjalanan wisata. Karena kini banyak agen perjalanan wisata yang telah menerapkan sistem daring (online) dan semuanya sudah dipersiapkan untuk Anda seperti akomodasi, konsumsi hingga perlengkapan untuk diving dan snorkeling menikmati keindahan pesona Taman Laut Bunaken yang merupakan salah satu taman laut terindah di dunia.

Hal yang berbeda tentu akan didapat apabila Anda merupakan seorang turis backpacker yaitu akan sedikit repot untuk mencari penginapan. Untungnya, tempat penginapan di Pulau Bunaken cukup banyak. Mulai dari rumah penduduk, homestay sampai sampai yang berkelas resor. Masing-masing, tentu saja, tingkat pelayanannya berbeda-beda.

Salah satu homestay di Bunaken. 

Apabila Anda memutuskan menumpang di rumah penduduk, maka biaya yang Anda keluarkan amat murah. Penduduk setempat amat ramah. Anda cukup meminta izin kepada pemilik rumah, dan Anda bisa berbagi biaya memasak untuk makan per harinya. Lain halnya untuk homestay dan resort. Tarif jenis penginapan ini pun bervariasi yaitu antara sekitar Rp 200.000 dan Rp 1.000.000 per malam. Sekali lagi, tentu saja, fasilitas yang ditawarkan pun berbeda-beda.

Para turis backpacker, bisa menyewa alat-alat snorkeling dengan harga sewa yang cukup murah yaitu hanya sebesar Rp 100.000 per hari. Sedangkan apabila berniat untuk diving, tarifnya berbeda-beda tergantung kesepakatan dan pintar-pintarnya Anda menawar harga.

Beningnya air laut di perairan Pulau Bunaken sangat menggoda siapapun untuk turun ke air

Pulau Bunaken ini ramai oleh wisawatan pada bulan Mei sampai dengan Agustus. Sedangkan pada bulan Desember hingga Januari, air di laut mengalami pasang sehingga arusnya agak kuat dan bisa membahayakan wisatawan yang bukan penyelam profesional. Jadi, apabila Anda berniat mengunjungi Bunaken, maka saya sarankan berkunjung di bulan-bulan di luar musim padat pengunjung maupun saat air laut pasang.

Selamat berlibur!
Find Out
Related Post

Ikuti Hotgirlsinc.com pada Aplikasi GOOGLE NEWS : FOLLOW (Dapatkan Berita Terupdate tentang Dunia Pendidikan dan Hiburan). Klik tanda  (bintang) pada aplikasi GOOGLE NEWS.

Top Post Ad

Below Post Ad